Posts

Mr. Market: Si Seles 'Miring' di Pasar Modal

Image
 Mr. Market photo by  Kindel Media from Pexels hal 274-276 Di suatu pagi Anda sedang berjalan-jalan dan tidak sengaja melihat kerumunan orang yang sedang fokus melihat seorang seles yang menjaul beras. dia menyebut dirinya sebagai si Mr. Market. pagi itu dia terlihat sangat bersemangat menjual barang jualannya dengan harga yang tinggi. semakin tinggi harga yang dia tawarkan semakin antusias dia untuk menawarkan kepadanya orang lain. Anda sebagai calon pembeli keheranan, ko nih orang malah semakin PD untuk menawarkan barangnya kepada Anda dengan harga yang semakin tinggi. Anda pun tidak akan berfikir untuk membeli barang dari orang yang agak 'miring' dengan cara berjualan seperti itu. Di lain kesempatan, anda bertemu dengan dia lagi. kali ini dia dalam keadaan agak murung. Kemudian Anda bertanya kepada dia " Hey Mr! kenapa Anda terlihat sangat murung hari ini? biasanya anda terlihat sangat optimis?". kemudian dia menjawab " oh ya tentu saja saya murung, Anda kira ...

Margin of Safety

Image
 Margin of Safety (opens in a n By manfredrichter from Pixabay Sesuatu yang mendasar dalam istilah dunia investasi adalah margin of safety . Konsep sederhananya adalah jarak antara peforma perusahaan yang biasa terjadi yang digunakan sebagai pengaman untuk bertahan jika suatu saat akan terjadi hal-hal yang merugikan perusahaan. Istilah yang mungkin lebih akrab untuk kita di kehidupan sehari-hari adalah "jarak aman" (istilah pribadi). Semakin besar margin of safety yang kita punya akan semakin mendukung kita untuk bisa sukses dalam berinvestasi. Kita pun tidak perlu terlalu khawatir dengan saham yang kita pegang. Sebaliknya, jika kita hanya memiliki margin of safety yang kecil maka perubahan sedikit saja mungkin bisa langsung berdampak negatif kepada kinerja perusahaan. Saham biasa yang memiliki margin of safety cukup besar bisa kita dapatkan dari saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang tidak menerbitkan  obligasi dan menjual sahamnya dengan harga diskon yang biasanya ...

Cara Manajemen Risiko

Image
  Cara Manajemen Risiko (opens in a ne By Wokandapix from Pixabay Dalam artikel sebelumnya kita sudah mengetahui apa itu risiko dan keamanan yang dimaksud dalam analisis saham. Sekarang dari pengertian kita beranjak ke pada hal yang lebih bisa kita pakai dalam petualangan kita berinvestasi, yaitu manajemen risiko. Penggunaannya berguna khususunya pada saat kita ingin membangun portofolio kita. Sekedar mengingatkan dari artikel sebelumnya , Risiko adalah kehilangan nilai pokok. Nah ketika dihadapkan dengan pilihan yang mengandung risiko, bagaimana seharusnya kita bertindak? dan atas dasar apa kita melakukan tindakan tersebut? Menurut Daniel Kahneman, ada 2 faktor yang bisa membuat keputusan itu menjadi baik: Keyakinan yang dikalibrasi dengan baik (bukti pendukung, metode yang benar, data yang lengkap) Penyesalan yang diantisipasi dengan baik (kemampuan kita untuk menanggapi bencana/akibat jika keputusan kita salah) Terkait dengan pasar saham, faktor pertama berhubugnan dengan pert...

Pendapat Warren Buffet tentang Stock Split

Image
  Pendapat Warren Buffet tentang Stock Split (opens in a new  By Polina Tankilevitch from Pexels Stock split adalah pemecahan nilai saham (1). Salah satu perusahaan yang pernah melakukan stock split adalah P T. Mayora Indah Tbk (MYOR). Pada tahun 2016 MYOR telah melakukan stock split dengan memecah setiap sahamnya menjadi 25 saham baru. Hal tersebut kemudian mengubah harga saham yang diperdagangkan yang semula berada di level 39.000-an/saham kemudian menjadi Rp 1500-an/saham. Dengan harga yang lebih murah. Hal ini akan meningkatkan likuiditas saham tersebut karena lebih mudah untuk diperjual-belikan ( 2 ). Lalu bagaimana pendapat Warren Buffet tentang stock split? dalam buku The Essay of Warren Buffet yang ditulis oleh Lawrence A. Cunningham (3), setidaknya ada 3 konsekuensi yang akan terjadi jika suatu perusahaan melakukan stock split.  Meningkatkan biaya transaksi .  Disebabkan oleh kemudahan untuk membeli saham karena harga yang lebih murah sehingga orang yang mem...

Cara Meminimalisir Bias kerena Efek Ketersediaan

Image
  Meminimalisir Bias karena Efek Ketersediaan By Brett jordan from Pexels Di post sebelumnya kita sudah lihat contoh kesalahan yang dibuat oleh efek ketersediaan. sekarang kita coba ulik bagaimana caranya kita agar terhindar dari bias ini. berdasarkan saran dari Prof. Daniel Kahneman seorang psikolog dan ekonom yang dikenal karyanya dalam psikologi penilaian dan pengambilan keputusan. Beliau menyarankan untuk kita mencatat faktor-faktor selain frakuensi kejadian yang kita maksudkan yang dapat memudahkan kita dalam menemukan/mengetahui/ingat kejadian tersebut. Misalnya: 1. Ingatan Dramatis (misal: kenangan buruk, pengalaman hampir kehilangan nyawa) 2. Pengalaman pribadi (misal: pengalaman masa kecil, pengalaman percintaan)  3. Peristiwa menonjol (misal: barita pemimpin negara, gosip artis, prestasi hebat, kegagalan parah.)   dan lainnya (Kahneman, 2011) Mari kita mabil contoh pada kasus yang ada di artikel ini . Ketika suasana pasar sedang Bullish. Kita akan mendapatka...

Useless Activity di Pasar Modal

Image
  Useless Activity di Pasar Modal Photo by Aekgasit Watercolor “ Games are won by players who focus on the playing field – not by those whose eyes are glued to the scoreboard. ” (Warren Buffet) Sebagai orang baru mungkin kita masih agak panik dengan melihat harga saham yang berubah-ubah setiap menit bahkan detik. Takut membeli saham ketika harganya tinggi dan menunggu-nunggu kapan harganya turun sembari ketakutan bahwa harganya gak turun-turun. Bahkan kita sering menengok portofolio kita atau googling tentang harga harian saham yang kita pegang. but.... let's rethink again Dimana energi mengalir disitu akan tumbuh. Tanpa sadar kita membuang energi terlalu banyak untuk sesuatu yang ada di luar kendali kita. Coba kita bayangkan andaikan kita menggunakan 1 menit saja setiap hari untuk menengok harga saham-saham yang kita pegang. Satu tahun ada 260 hari kerja. itu artinya kita menggunakan 4,3 jam setiap tahun hanya untuk melihat harga saham saja.  Energi dan waktu yang kita curahk...

Investasi Aman vs Berisiko

Image
Investasi Aman vs Berisiko By PabitraKaity from Puxabay (opens in a new tab or window) "kalau gw lebih pilih invest di obligasi sih karena lebih aman" "yakin lu beli saham ini? aman ga?" "obligasi aja lah jelas, soalnya risikonya lebih rendah dari saham" Sepintas kita tidak melihat sesuatu yang aneh dari pernyataan-pernyataan sebelumnya. Kita beranggapan bahwa investasi yang aman merupakan investasi yang memiliki risiko yang rendah dan juga investasi yang tidak aman merupakan investasi yang memiliki risiko yang tinggi. Dalam pikiran kita, terjadi pertukaran makna antara keamanan dan risiko sebuah invesatasi dengan setara. Namun demikian, kata KEAMANAN dan RISIKO memilik arti yang berbeda dalam sekuritas.  Keamanan merupakan kemampuan suatu instrumen investasi dalam menyediakan income /pemasukan kepada si investor seperti dalam bentuk dividen dan juga fixed income (I. Investor 163). Ibarat ternak sapi, keamanan adalah seberapa bisa si sapi menghasilkan s...