Investasi Aman vs Berisiko



Investasi Aman vs Berisiko



By PabitraKaity from Puxabay

"kalau gw lebih pilih invest di obligasi sih karena lebih aman"

"yakin lu beli saham ini? aman ga?"

"obligasi aja lah jelas, soalnya risikonya lebih rendah dari saham"

Sepintas kita tidak melihat sesuatu yang aneh dari pernyataan-pernyataan sebelumnya. Kita beranggapan bahwa investasi yang aman merupakan investasi yang memiliki risiko yang rendah dan juga investasi yang tidak aman merupakan investasi yang memiliki risiko yang tinggi. Dalam pikiran kita, terjadi pertukaran makna antara keamanan dan risiko sebuah invesatasi dengan setara. Namun demikian, kata KEAMANAN dan RISIKO memilik arti yang berbeda dalam sekuritas. 

Keamanan merupakan kemampuan suatu instrumen investasi dalam menyediakan income/pemasukan kepada si investor seperti dalam bentuk dividen dan juga fixed income (I. Investor 163). Ibarat ternak sapi, keamanan adalah seberapa bisa si sapi menghasilkan susu secara konsisten. Di sisi lain, risiko terkait kemampuan suatu instrumen investasi untuk menjaga nilai pokok dari uang yang kita tempatkan agar tidak berkurang/rugi (I. Investor 165). 

(tidak aman = tidak ada income )

(berisiko = terpaksa jual dibawah harga beli/jual rugi)

Jadi dari ketiga pernyataan sebelumnya kita bisa malihat bahwa pernyataan pertama sudah sesuai karena perusahaan pasti akan mengutamakan membayar hutang terlebih dahulu baru setelah itu memertimbangkan akan membayar dividen atau tidak. Pernyataan kedua jika kita bertanya keamanan dari saham yang mau kita beli maka kita harus bertanya seberapa konsisten perusahaan yang kita ingin pegang sahamnya dalam membayar dividen. 

Nah..... di pernyataan terakhir dia bilang bahwa obligasi punya risiko lebih rendah dari saham. Soo... kita bisa bilang bahwa dia beranggapan bahwa dengan memiliki obligasi dia akan mendapat perlindungan nilai pokok lebih baik dibandingkan jika dia membeli saham. Pernyataan itu bisa saja benar namun juga bisa salah. Benar jika dia membeli obligasi pada perusahaan yang punya fundamental yang baik sehingga kecil kemungkinannya terjadi gagal bayar. Pernyataan itu juga bisa salah jika yang dia maksud adalah memiliki obligasi dari perusahaan yang punya fundamental jelek bahkan hampir bangkrut sehingga meningkatkan kemungkinan perusahaan tersebut gagal bayar. Sementara itu, ada saham dari perusahaan lain yang memiliki fundamental bagus dan sedang dijual dengan harga jauh di bawah nilai asetnya. Tentu saja pembelian saham tersebut bisa dikatakan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan obligasi karena fundamental dan harga yang rendah akan menjaga dana pokok yang kita miliki agar tidak hilang bahkan bisa memeberikan keuntungan lebih baik. That's it.

Jadi..... keamanan ≠ risiko. 


Inspired by

Graham B. 1973. The Intelligent Investor. New York. Helper Colin. (di-update dengan komentar Jason Zweig)

Graham B, Dodd DL. 2008. Security Analysis. Mc-Graw Hill Education. diterjemahkan oleh E. Rifqi F.; Buku Sahamku Publishing House. 



Comments