Cara Meminimalisir Bias kerena Efek Ketersediaan

 

Meminimalisir Bias karena Efek Ketersediaan



By Brett jordan from Pexels

Di post sebelumnya kita sudah lihat contoh kesalahan yang dibuat oleh efek ketersediaan. sekarang kita coba ulik bagaimana caranya kita agar terhindar dari bias ini. berdasarkan saran dari Prof. Daniel Kahneman seorang psikolog dan ekonom yang dikenal karyanya dalam psikologi penilaian dan pengambilan keputusan. Beliau menyarankan untuk kita mencatat faktor-faktor selain frakuensi kejadian yang kita maksudkan yang dapat memudahkan kita dalam menemukan/mengetahui/ingat kejadian tersebut. Misalnya:

1. Ingatan Dramatis (misal: kenangan buruk, pengalaman hampir kehilangan nyawa)
2. Pengalaman pribadi (misal: pengalaman masa kecil, pengalaman percintaan) 
3. Peristiwa menonjol (misal: barita pemimpin negara, gosip artis, prestasi hebat, kegagalan parah.)
  dan lainnya
(Kahneman, 2011)

Mari kita mabil contoh pada kasus yang ada di artikel ini. Ketika suasana pasar sedang Bullish. Kita akan mendapatkan banyak berita dari media sosial yang menggembar-gemborkan saham sebagai investasi yang paling menguntungkan. Ditambah lagi, kita mendapat kabar teman kita yang mendapat keuntungan ratusan persen hanya dalam waktu yang singkat.  Hal tersebut membuat Anda tertarik untuk berinvestasi di saham dan anda beranggapan bahwa saham adalah investasi yang menguntungkan.

Namun sebelum kita mengambil kesimpulan saham adalah investasi yang selalu menguntungkan, mari kita gunakan saran dari profesor peraih penghargaan Nobel ini. 

Mari kita catat faktor apa saja yang memudahkan kita dalam mengingat contoh peristiwa yang meyakinkan kita bahwa saham adalah investasi yang menguntungkan. Dalam kasus ini, kita mendapatkan bahwa ada pengaruh pengalaman pribadi (berita teman yang dapat keuntungan ratusan persen) dan peristiwa menonjol (berita-berita dari media sosial). Dari keduanya, kita sudah harus berhati-hati bahwa kita sedang dalam pengaruh efek ketersediaan. Kesimpulannya bisa saja salah atau benar tergantung hasil riset kita selanjutnya dan meskipun hanya karena kita menyadari kita sedang berada dalam pengaruh efek ketersediaan bukan bererti kesimpulan yang ada di kepala kita salah. Namun setidaknya kita bisa lebih berhati-hati dalam mengambil kesimpulan sehingga kualitas keputusan kita bisa lebih baik. 

Inspired by

Daniel Kahneman. 2011. Thinking Fast and Slow [terj.]. Jakarta (ID). PT. Gramedia Pustaka Utama. hal 144. (2) 








Comments