Selalu Sedia Alternatif ketika Memilih Saham
Selalu Sedia Alternatif Ketika Memilih Saham
Apakah menurut Anda pantas untuk menilai sesuatu yang jumlahnya lebih banyak dengan nilai yang lebih murah dibandingkan dengan sesuatu yang lebih sedikit tapi justru dinilai lebih mahal. Aneh memang, tapi hal itu dapat saja dilakukan oleh Anda sendiri ketika Anda hanya melakukan evaluasi tunggal. Untuk menghindari bias karena efek evaluasi tunggal makan Anda harus melakukan evaluasi bersama dengan menyediakan alternatif pilihan lain sebagai pembanding.
Penelitian tentang evaluasi tunggal dan evaluasi bersama telah dilakukan oleh Psikolog dari University of Chicago bernama Christopher Hsee. Dia menanyakan kepada responden berapa harga yang layak untuk sebuah set peralatan makan yang ditunjukkan kepada mereka. Sebelumnya responden diberi tahu bahwa dalam percobaan ini terdapat dua harga yaitu $30 dan $32. Hsee membagi responden menjadi 3 kalompok. Kelompok pertama diperlihatkan kedua set ( Set A dan Set B) peralatan makan sehingga mereka dapat melakukan evaluasi bersama. Sedangkan kelompok kedua hanya diperlihatkan Set A dan kelompok ketiga hanya diperlihatkan Set B.
Hasilnya aneh! kelompok kedua menghargai set A dengan harga $30 sedangkan kelompok ketiga menghargai set B sebedar $32. Rupanya, hal ini terjadi karena prototipe dan norma bahwa barang dengan kondisi bagus pasti memiliki nilai yang lebih baik daripada barang yang memiliki kerusakan/cacat. Padahal jika kita melakukan evaluasi bersama jelas terlihat bahwa set A mengandung set B + 7 cangkir kondisi baik dan 1 tatakan kondisi baik. Sebagaimana kelompok pertama yang menentukan bahwa set A berharga $32 dan set B berharga $30. Oleh karena itu, evaluasi tunggal kurang bisa memberikan hasil pertimbangan yang optimal.
Aplikasi Untuk Investor
Photo by qimono Made from Pixabay
Sebagai Investor tentu pekerjaan kita adalah memilih saham dengan kualitas yang sebagus mungkin dengan harga yang semurah mungkin. Sebelum kita melakukan keputusan buy saham suatu perusahaan labih baik kita sabar dulu meskipun kita sudah menganalisis fundamental saham tersebut dan merasa sudah menemukan harga yang cocok. Akan lebih baik jika kita juga membandingkan saham tersebut dengan saham perusahaan lain sahingga hasil dari proses memilih kita mendapatkan hasil yang optimal. Jangan sampai setelah kita ketika buy saham A misal, ternyata ada saham B yang mungkin kualitasnya sama tetapi harganya lebih murah. Oleh karena itu lakukanlah evaluasi bersama setiap kita ingin membeli saham.
Salam Investor Muda.
Inspired by
Daniel Kahneman. 2011. Thinking Fast and Slow [terj.]. Jakarta (ID). PT. Gramedia Pustaka Utama.

Comments
Post a Comment